Nasihat-nasihat Pemandu Nasib (Radar Surabaya, 26112017)

Seraut wajah bersandar di jendela yang berembun. Hujan belum menunjukkan tanda-tanda akan reda. Kereta belum melewati Bekasi. Sejak melaju dari Senen, gadis itu membiarkan dirinya tenggelam dalam alunan lagu-lagu dari iPod. Sekotak susu dingin ukuran 1 liter dan The Well of Loneliness karya Radclyffe Hall tergeletak di pangkuan.

Iklan

Lederhosen

“Kau benar. Ayah menginginkan sepasang celana lederhosen untuk hadiah kenang-kenangan. Memang, Ayah cukup jangkung untuk orang-orang di generasinya. Ia mungkin tampak bagus dengan celana itu, yang bisa menjadi sebab mengapa ia menghendakinya. Tapi bisakah kau membayangkan orang Jepang memakai lederhosen? Setiap orang kan berbeda-beda."

Tentang Menjumpai Seorang Gadis yang 100% Sempurna pada Suatu Pagi di Bulan April yang Indah

Sejujurnya, dia tak cantik-cantik amat. Dia tak tampak menonjol biar bagaimana pun. Busana yang ia kenakan tidaklah istimewa. Rambut bagian belakangnya acak-acakan bekas ia tidur. Dia pun tidak muda—mungkin menuju tiga puluhan, tak tepat bila disebut sebagai “gadis,” sebenarnya. Namun tetap saja, kusadari dari jarak lima puluh yar: Dialah sang gadis yang 100% persen sempurna untukku. Saat kulihat dirinya, terdapat gemuruh di dada, dan mulutku terasa sekering gurun pasir.