Gara-gara Gaspar (Detik, 26052018)

Aku mensyukurinya begitu dalam, meski tahu diriku tak ubahnya samsak tinju. Dini sedang berkelahi dengan hidup--dan aku, si samsak tinju, menjadi sarana baginya melampiaskan segala.

Iklan

Persekusi dan Kohesi Sosial

Peristiwa nahas yang dialami Biksu Mulyanto merupakan bentuk tirani mayoritas. Adalah konyol jika kelompok mayoritas di Legok sana melarang orang untuk mengadakan kegiatan keagamaan di rumah, sementara umat muslim bisa begitu nyaman beribadah di manapun—mulai dari masjid, musala, rumah pribadi, hingga tempat-tempat publik seperti Monas.

Sekarang Bukan Waktu yang Tepat untuk Mengumbar Bahagia, Sayang (Nusantaranews.co, 04022018)

Mungkin kau menilaiku sebagai ayah yang rumit, ayah yang egois, yang tidak mampu memahami gelagat dan cuaca zaman. Ya, itu celoteh khas orang-orang seusiamu. Namun, seperti ayah-ayah yang lain, aku selalu berdalih bahwa kau belum pernah melewati masa muda, belum pernah merasakan beban hidup yang pernah dan sedang kami panggul. Tak peduli di zaman apa pun, kami, orang-orang tua, selalu memiliki dalih itu. Kalian masih terlalu naif.